Kami dilarang kelola pulau Basing

Satu persatu anggota kami mundur di kerenakan tidak adanya dana operasional sehingga menjadi salah satu penghambat untuk bisa menyebrang ke pulau tersebut. Setiap kali mau bekerja di Pulau Basing tiap anggota harus mengeluarkan uang untuk sewa Boat transportasi kami menuju ke pulau tersebut. Awalnya karena memiliki rasa semangat untuk menyatukan dan mewujudkan impian mengembangkan tempat pariwisata, kami sanggup sama sama mengeluarkan uang untuk menyewa boat demi tercapainya sebuah impian bersama. Namun setiap kali berangkat harus mengeluarkan dana peribadi akhirnya beberapa anggota dari Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Dompak mundur satu persatu.
Jarak dari tempat kami tinggal memang menjadi penghambat pertama di karenakan memang pulau itu di pisahkan oleh lautan sehingga hanya transportasi laut yang bisa dilalui ketempat itu. Ramainya pengunjung di pantai Tanjung Siambang tentulah memiliki rasa penasaran setiap kali mata memandang kepulau Basing dan bertanya seperti apa bentuk bangunan bersejarah didalam pulau itu? ditambah lagi pemandangan pertama tertuju pada bibir pantai yang bertambahnya rasa penasaran ingin menikmatinya. Semangat dari kelompok sadar wisata kelurahan Dompak terus mencari solusi agar masing-masing bisa bertahan terus berbuat menciptakan pulau Basing sebagai destinasi pariwisata baru di Kota Tanjungpinang. Tanpa harus mengeluarkan uang dari tiap anggota akhirnya solusi pun memberikan jalan agar tetap bisa mencapai ke pulau Basing. Memanfaatkan nelayan-nelayan yang melintasi pulau Basing anggota kami akhirnya meminta tolong agar bisa numpang untuk menyebrang ke pulau Basing. Solusi inilah yang saat ini harus di jalani sambil menunggu dan berharap ada solusi yang di berikan oleh pemerintah untuk bisa mewujudkan pulau tersebut jadi tempat wisata baru.
Perjuangan yang memang belum selesai di jalani ini masih terus mengalami masalah dari mulai keterbatasan materi, pengaruh pasang surut air laut dan bahkan masalah masalah yang bisa membuat melemahnya semangat. Kebersamaan dari anggota kelompok sadar wisata Dompak tetap pantang mundur walau terkadang teman sodara dan bahkan keluarga melarang kami untuk mengelola pulau Basing yang mungkin karena rasa sayang dan memiliki perhatian terhadap kami yang takut akan mengalami kekecewaan setelah apa yang telah kami perbuat pada pulau Basing tanpa hasil. Mungkin semangat ini yang sulit untuk di halang-halangi, karena walau gimana pun dan apapun hasilnya nanti kami tetap yakin dan percaya apa yang kami lakukan adalah hal yang positif yang bisa membawa manfaat, jika berhasil pasti banyak yang merasakan manfaatnya dan jika gagal tentunya menjadi bekal awal dalam meraih keberhasilan.
Pemerintah pastinya tidak tinggal diam melihat apa yang sudah kami perbuat di Pulau Basing, karena tujuan pemerintahlah kami berani melakukan ini semua dan kami berusaha membantu mewujudkan perkembangan pariwisata di kota ini.
Larangan demi larangan dari orang-orang yang menyayangi kami disitulah kami akan membuktikan bahwa apa yang kami perbuat akan membuahkan hasil.
Kami percaya apapun rintangannya lambat laun Pulau Basing pasti akan menjadi primadona pariwisata baru di kota ini, kota Tanjungpinang yang kami cintai.

0 Response to "Kami dilarang kelola pulau Basing"

Post a Comment

silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai topik pembahasan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel